Pengalaman Qurrata Ayun Berdialog dengan Gubernur Provinsi Narathiwat Thailand Selatan

 




Q
urrata Ayun adalah salah satu mahasiswi  prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Almuslim,  saat ini duduk pada semester 7 ingin menceritakan sedikit pengalaman pertama mengajar  Ke Thailand.

Keberangkatannya  ke negeri gajah putih tersebut  dalam rangka  mengikuti program mengikuti terpadu KKN/PPL dan magang di Provinsi Narathiwat Thailand Selatan.

Program magang KKN /PPL difasilitasi organisasi Morally RigHt Has Peace In Life, sebuah organisasi bidang pendidikan swasta bekerjasama dengan Pemerintah Thailand Selatan.

Menurut Qurrata Ayun  dari Universitas Almuslim semuanya lima orang yang berangkat mengikuti program tersebut.

Adapun kelima mahasiswa tersebut Ramadan Ananda Herawan (Prodi Informatika Fakultas Ilmu Komputer (Fikom), Amelia Rizkiani (Pendidikan Bahasa Inggris), Qurrata Ayun (Prodi PGSD), Aya Sofia (Pendidikan Biologi), dan Nazariah Pendidikan Bahasa Inggris.

Keberangkatan kami  kami menempuh perjalanan jalan darat dari Aceh ke Medan Sumaterea Utara, sebelum kami terbang ke Kuala Lumpur.

Keberangkatan  ke Thailand merupakan pengalaman kedua bagi saya melakukan perjalanan  ke luarnegeri berkaitan  dengan kampus (studi).

Sebelumnya saya  merupakan  salah seorang mahasiswi Umuslim yang pernah dikirim mengikuti pertukaran pelajar Internasioanl ke Nagoya Gakuin University (NGU) Jepang.

Keberadaan  di Jepang dalam rangka implementasi program kerjasama antara Universitas Almuslim dengan NGU Nagoya Jepang yang telah ditandatangani beberapa tahun lalu.

Saat keberangkatan ke Thailand,  turut didampingi  pihak kampus yaitu bapak Drs Syarkawi M.Ed selaku Ketua Bidang Divisi Pengabdian LPPM Umuslim.

Kami berangkat melalui Bandara Kuala Namu, Sumutera Utara  tujuan Kuala Lumpur, Malaysia dengan waktu perjalanan lebih kurang  1 jam 15 menit. 

Pengalaman  berangkat ke Thailand, tentu sangat berbeda dengan keberangkatan  saya mengikuti program student exchange ke Jepang yang merupakan kerjasama antara kampus NGU Jepang dengan Universitas Almuslim.



Sesampainya di Bandara Kuala Lumpur, kami bergabung dengan 78 mahasiswa lain dari 18 Perguruan Tinggi seluruh Indonesia yang mengikuti program tersebut. 

Sesampainya kami di Kuala Lumpur, kami sekitaran 2 jam, sempat menunggu bus yang akan mengantarkan kami ke Thailand Selatan.

Keberangkatan Ke Thailand mengunakan bus melalui  rute,  dari Kuala lumpur ke Thailand via Kelantan.

Hal ini karena posisi negara  Thailand Selatan berada tepat disebelah Kelantan, yaitu bagian laut timur semenanjung Malaysia.

Perjalanan naik bus membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 17 jam, di perjalanan kami juga  sempat mengunjungi kantor Perdana Mentri dan kerajaan di Malaysia. 

Perjalanan sekitar 17 jam tersebut tentunya cukup melelahkan fisik kami ditambah perjalanan dari Aceh yang hampir 7 jam juga.

Tetapi karena kepergiannya dalam satu rombongan dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan, kecapekan tersebut seakan hilang tertiup angin selama perjalanan.

Sampai di perbatasan pearsaan senang bercampur haru mulai terasa, akhirnya tibalah kami di Thailand Selatan daerah yang di tuju.

Seluruh mahasiswa yang ikut program ini diundang untuk acara penyambutan di Darussalam school, Narathiwat.

Kehadiran kami  mendapat sambutan hangat dari kalangan masyarakat hingga pemerintah Thailand. 

Pada saat itu kami juga diberi kesempatan untuk dapat mengobrol/ berdialog  langsung dengan gubernur Narathiwat. 

Dalam kesempatan pertemuan tersebut, Saya sempat ditanyai oleh  Gubernur daerah  Narathiwat, “ Apa tujuan kamu pergi ke Thailand Selatan?” saya menjawab :

“Selain menambah pengalaman, relasi dan ikut berkontribusi dalam program, saya juga ingin bisa menjadi manfaat bagi yang lain, saya ingin masyarakat Thailand Selatan ini juga bisa mengambil manfaat dari adanya saya disini”, ujar saya sambil mengulum bibir yang mulai tearsa gemetar.

Tidak hanya itu, Direktur sekolah Darussalam Frukkrudin boto juga berharap agar program ini sukses, apabila angkatan pertama ini  sukses, beliau mengatakan akan memperluas lagi daerah atau sekolah di Thailand Selatan sebagai peserta penyelenggara program ini. 

Karena menurutnya program ini, dapat membantu mahasiswa untuk berpikir terbuka dan bersedia menerima perbedaan dan juga melatih cara berpikir kritis mahasiswa. 

Harapan saya semoga kerjasama ini terus dibangun dan dipertahankan oleh Universitas Almuslim, sehingga  kedepannya makin banyak mahasiswa Almuslim yang punya kesempatan  mengikutinya.