Kuliah Kemudian Menikah

KKM adalah nama lain dari pada Kuliah Kerja Nyata (KKN), program ini pada awal dicetusnya merupakan program pengabdian masyarakat yang sangat populer, walaupun  dalam pelaksanaan program ini banyak menemui tantangan.

Dalam perjalanannya program ini  banyak diejek, di cuekin, sempat kata KKN  diplesetkan menjadi kata mengejek dan nyeleneh seperti Kalon-Kalon Nanggroe, Kisah Kasih Nyata, banyak lagi plesetan bernada mengejek,  sehingga pamor  program ini jadi  tidak  populer, padahal program tersebut banyak manfaat yang dirasakan  masyarakat, khususnya masyarakat desa pedalaman yang jauh dari  pusat informasi dan birokrasi.

Dibalik  plesetan  bernada miring tersebut,   banyak keberhasilan dan manfaat yang diperoleh  masyarakat desa selama pelaksanaa program di tingkat desa, ada peserta kkm dulu,  sampai hari ini masih berkomunikasi dan bersilaturrahmi, karena telah menjadi saudara dan keluarga, walaupun sebelumnya orang tua mereka tidak saling mengenal.





Akibat berbagai hal tersebut, banyak perguruan tinggi menganti namanya dengan nama  sedikit keren dan modern  tetapi mempunyai makna dan nuansa pengabdian, ada  menganti dengan nama program  Kuliah Kerja Mahasaiswa (KKM), KPM, Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM),  program  Desa Binaan dan lain-lain.

Bagi Universitas Almuslim pelaksanaan program   KKM  bukanlah suatu program baru,tetapi program ini sudah  lama berjalan dan sempat terhenti beberapa tahun karena kondisi  konflik, baru pada tahun 2009 program tersebut mulai digerakkan kembali, dibawah kendali suatu badan pengelola program pengabdian masyarakat dengan nama Badan Pelaksana (Bapel-KKM).


Bagi Universitas Almuslim pelaksanaan program   KKM  bukanlah suatu program baru,tetapi program ini sudah  lama berjalan dan sempat terhenti beberapa tahun karena kondisi  konflik, baru pada tahun 2009 program tersebut mulai digerakkan kembali, dibawah kendali suatu badan pengelola program pengabdian masyarakat dengan nama Badan Pelaksana (Bapel-KKM). Sebenarnya suara sumbang terhadap pelaksanaan program kkm   merupakan suatu hal wajar, karena masyarakat  sangat berharap dan menuntut dari peserta kkm.

Padahal peserta kkm  notabene mahasiswa, merupakan masyarakat berusia  muda  penuh kekurangan, kelemahan dan keterbatasan, masih memerlukan  sentuhan bimbingan, didikan, arahan dan kecupan kepedulian dari masyarakat karena mereka  masih dalam tahap belajar.

Bagi Universitas Almuslim pelaksanaan program   KKM  bukanlah suatu program baru,tetapi program ini sudah  lama berjalan dan sempat terhenti beberapa tahun karena kondisi  konflik, baru pada tahun 2009 program tersebut mulai digerakkan kembali, dibawah kendali suatu badan pengelola program pengabdian masyarakat dengan nama Badan Pelaksana (Bapel-KKM). Sebenarnya suara sumbang terhadap pelaksanaan program kkm   merupakan suatu hal wajar, karena masyarakat  sangat berharap dan menuntut dari peserta kkm.

Padahal peserta kkm  notabene mahasiswa, merupakan masyarakat berusia  muda  penuh kekurangan, kelemahan dan keterbatasan, masih memerlukan  sentuhan bimbingan, didikan, arahan dan kecupan kepedulian dari masyarakat karena mereka  masih dalam tahap belajar.


Hari-hari  menyelusuri setiap jalan dan lorong menuju lokasi kegiatan, juga tak luput di ajak ke kebun serta  loksi wisata lainnya oleh masyarakat, tentunya menjadi  suatu kebahagian dan keberkahan tersendiri karena telah dijadikan sebagai keluarga oleh penduduk setempat.

Persaudaraan yang penuh kesenangan dan kebahagiaan, merupakan suatu berkah dan anugerah  yang akan terus jadi kenangan bagi mereka, semua kegelisahan yang pernah muncul mengebu di awal keberangkatan dan kerinduan untuk kembali ke kampung seakan hilang dalam dekapan yang lembut penuh persaudaraan dari masyarakat kampung.

Kesenagan dan kasih sayang yang diberikan masyarakat kampung, bukan hanya  saat penyambutan dan selama  berada dilokasi, tetapi perhatian dan persaudaraan juga masyarakat  berikan saat perpisahan dan saat mahasiswa kembali ke kampung halaman masing-masing.

Semua peserta saat pulang diberikan oleh-oleh yang tidak pernah mereka bayangkan, semua mendapat  sayuran dan buah-buahan produksi kebun masyarakat tanah gayo Bener Meriah 

Sehingga para peserta sangat kelabakan  untuk membawa pulang berbagai oleh-oleh dari masyarakat,  ada sebagian mahasiswa terpaksa mencarter mobil  bak terbuka untuk bisa mengakut dan membawa pulang  pemberian masyarakat, sungguh  luar biasa kebaikan masyarakat bagi mereka, ini benar-benar pengabdian yang membawa berkah, ucap salah seorang peserta.

Keberkahan dalam pengabdian, tentunya tidak hanya cerita pemberian berbagai sayuran hasil kebun dalam bentuk oleh-oleh dari masyarakat, selain itu tentunya juga banyak keberkahan yang pernah dinikmati dan didapatkan mahasiswa saat melaksanakan pengabdian.

Pernah juga kita dengar,   keberkahan sebelumnya didapatkan mahasiswa peserta kkm,  ada  peserta kkm  masa lalu, sekarang masih  bisa tersenyum dan membanggakan nostalgia masih berjalannya program hasil pengabdian yang telah mereka rintis.

Bahkan ada juga peserta kkm yang menyimpan kenangan yang tak pernah  mereka lupakan, karena mereka dapat jodoh di lokasi pengabdian, sampai hari ini mereka telah menjadi suami isteri yang samara, bahkan mungkin  hari ini ada peserta kkm yang  telah berikrar sejuta janji dilokasi untuk hari nanti. 

Hari-hari  menyelusuri setiap jalan dan lorong menuju lokasi kegiatan, juga tak luput di ajak ke kebun serta  loksi wisata lainnya oleh masyarakat, tentunya menjadi  suatu kebahagian dan keberkahan tersendiri karena telah dijadikan sebagai keluarga oleh penduduk setempat.

Persaudaraan yang penuh kesenangan dan kebahagiaan, merupakan suatu berkah dan anugerah  yang akan terus jadi kenangan bagi mereka, semua kegelisahan yang pernah muncul mengebu di awal keberangkatan dan kerinduan untuk kembali ke kampung seakan hilang dalam dekapan yang lembut penuh persaudaraan dari masyarakat kampung.

Kesenagan dan kasih sayang yang diberikan masyarakat kampung, bukan hanya  saat penyambutan dan selama  berada dilokasi, tetapi perhatian dan persaudaraan juga masyarakat  berikan saat perpisahan dan saat mahasiswa kembali ke kampung halaman masing-masing.

Semua peserta saat pulang diberikan oleh-oleh yang tidak pernah mereka bayangkan, semua mendapat  sayuran dan buah-buahan produksi kebun masyarakat tanah gayo Bener Meriah 

Sehingga para peserta sangat kelabakan  untuk membawa pulang berbagai oleh-oleh dari masyarakat,  ada sebagian mahasiswa terpaksa mencarter mobil  bak terbuka untuk bisa mengakut dan membawa pulang  pemberian masyarakat, sungguh  luar biasa kebaikan masyarakat bagi mereka, ini benar-benar pengabdian yang membawa berkah, ucap salah seorang peserta.

Keberkahan dalam pengabdian, tentunya tidak hanya cerita pemberian berbagai sayuran hasil kebun dalam bentuk oleh-oleh dari masyarakat, selain itu tentunya juga banyak keberkahan yang pernah dinikmati dan didapatkan mahasiswa saat melaksanakan pengabdian.

Pernah juga kita dengar,   keberkahan sebelumnya didapatkan mahasiswa peserta kkm,  ada  peserta kkm  masa lalu, sekarang masih  bisa tersenyum dan membanggakan nostalgia masih berjalannya program hasil pengabdian yang telah mereka rintis.

Bahkan ada juga peserta kkm yang menyimpan kenangan yang tak pernah  mereka lupakan, karena mereka dapat jodoh di lokasi pengabdian, sampai hari ini mereka telah menjadi suami isteri yang samara, bahkan mungkin  hari ini ada peserta kkm yang  telah berikrar sejuta janji dilokasi untuk hari nanti. 


Selain itu  mungkin juga  ada   orang tua dari peserta kkm hari ini,  adalah hasil  keberkahan saat pengabdian dulu, jodoh orang tuanya merupakan rajutan   romantisme  kenangan di lokasi pengabdian masa kkn dulu.

Jodoh yang  mereka dapatkan saat melaksanakan kkm di desa merupakan proses  buah  cinta dilokasi pengabdian masa kuliah, tentunya merupakan suatu  berkah yang tidak bisa dilupakan seumur hidup bagi pasangan yang telah menjadi suami isteri.

Mereka dapat jodoh di lokasi pengabdian dan perwakinan mereka langgeng hingga kini. Lalu, siapa bilang KKM itu tak ada gunanya? KKM ternyata bisa juga diplesetkan menjadi: kuliah, kemudian menikah.



Penulis : Zulkifli

Tulisan ini pernah tanyang di
https://aceh.tribunnews.com/2020/03/05/ dengan judul Pengabdian yang membawa
berkah